Sahur di Rotterdam…

Sahur dengan menu-menu yang sering nya sudah dingin dan tangan ini yang terlalu malas untuk memanaskan nya lagi. Alarm-alarm yang suara nya disetel paling ribut tetapi tetap tak terdengar saat harus membangunkan ku. Teriakan kesal ku saat bangun dan melirik jam piano mungil yang dengan suka cita menunjukkan waktu pukul lima lewat sekian menit, owkay, aku kembali melewatkan sahur!

Sahur terakhir di Ramadhan tahun ini. Sendirian, tanpa dua roommate yg masih tertidur lelap. Tanpa nasi karena sudah terlalu malas untuk menanak nya.

time, it never comes back

*****

Sahur di Padang…

Ingat mama yang suka protes karena piring ku selalu penuh dengan lauk tapi cuma sedikit nasi. Ingat susah nya dibangunin untuk sahur, sampai mama & papa harus bergantian membangunkan 4 bocah nya yang kadar pemalas nya kurang lebih sama, mulai dengan panggilan sayang hingga cara yang paling keras (baca: omelan mama yg inti nya sudah capek-capek memasak tapi ngrasa sia-sia). Inget tiga muka ngantuk lain nya (kepala suku nya aku) yang menyendok nasi dengan malas-malasan dan papa yang suka mengomentari padanan piyama dan kaos kaki ku.Β Ingat betapa engga rela nya saat harus kebagian tugas nyuci piring setelah sahur, karena sungguh tidur jauh lebih menyenangkan daripada terciprat air dan sabun dari sponge basah di subuh yang dingin.

Sahur di Sukabumi…

Sedikit lebih beradab, langsung bangun begitu dipanggil untuk sahur. Tapi hey, tetap saja harus dibangunin dan engga pernah bantu menghidangkan makanan… Sahur bersama dua bocah yang juga sama ngantuk nya dan harus dimotivasi dengan tontonan Spongebob, ayam goreng bumbu tepung, atau nugget, dan terus dilayani sampai minum untuk diri sendiri pun dituangkan oleh Tante dan MT πŸ™‚

Sahur tahun berikut nya, sendiri… sedikit seperti semboyan koperasi “dari, oleh dan untuk diri sendiri” πŸ™‚ tidak ada suara yang membangunkan untuk sahur kecuali alarm dan Satpam komplek yang memukul lampu PJU persis di depan rumah, tidak ada yang menghidangkan makanan hangat kecuali rendang yang sudah melewati perjalanan antar pulau dan irisan-irisan roti. Sms dari sang pengirim rendang “Roti dan Rendang itu tidak matching”. Mama sayang, D suka kok πŸ™‚

Sahur di Jogja…

“Mbak deary, beli makanan buat sahur yukkk!” Lantas diskusi singkat di ruang tamu tentang di “restoran” mana kita beli makanan pagi ini? Kadang berganti diskusi singkat “siapa hari ini yang bisa dititipin beli makanan?”. Saat semua sedang bersemangat, marching formasi lengkap mengitari srikaloka-grompol dan gang-gang tetangga, mencari makanan yang enak tapi ngirit beli nya, dan makan bersama di ruang tamu srikaloka 19 πŸ™‚

*****

Sahur terakhir di penghujung Ramadhan di Rotterdam, dengan penutup jeruk, segelas susu, dan satu botol mungil yoghurt.

Advertisements