Semalam i call you, you tak answer la..la..la… πŸ˜€

Owkay, semalam gw tidur lebih cepat dari biasanya gara-gara pemadaman listrik di kota, which was bad coz i couldn’t read or watch somethin’ as usual, and which was good since i could manage to wake up early, jogging for 30 minutes or so and still have some time to make chocolate sandwiches for breakfast, rice+oemelette+steamed vegetables for luch and clean up! owh yaaaiyy! Big achievement (hands clapping) :-p

Jadi semalam itu ada yang call i, tapi i tak answerla, iskhhh dah tido pula kan jam 10 tuwh πŸ˜€ Pagi ini nomer yang sama kembali menelpon dengan tergesa menyampaikan pesan kepada “temannya mbak lala yang kemaren ke belanda” (which is me) untuk mbak lala (which is one of my friends). Isi pesannya bahwa barang-barang mbak Lala sudah dikirim ke Sumatra. “Owkay, nanti saya sampaikan” jawabku. Langsung ku telpon mbak lala yang dimaksud. si mbak Lala pun bengong, “i tak kirim barang k Sumatra dan tak tau pun sama penelpon itu”. “Lagipula kenapa tidak langsung menelpon ke saya, malah ke kamu?”. Oh iya, bengong pula lah i tuwh dibuatnyer kan (dasar telat mikir huahaha :D). Ge-er kali pun, mbak Lala bilang mungkin itu salah satu peminat i ke? Rindu sangat nak dengar suara i, jadi tanpa alasan menelpon? Ahhh sudah lah ge-er kenapa pula bahasa niy macam bermalay-malay pula ? hehehe πŸ˜€

Ehh ternyata bukan mbak Lala ini yang dimaksud, melainkan Lala yang satu nya lagi πŸ˜€ Ternyata i punya kawan satu lagi yang kalo di rumah dipanggilnya “mbak Lala” juga πŸ˜€ Mbak Lala kawan i yang ini masih kat Belanda, lagi pursuing her doctoral lah. Singkat cite yer, asisten rumah tangga nya mbak Lala ini dulu pon pernah contact i waktu i mudik research, nak titip barang untuk mbak Lala. Jadi yang tadi tuwn bertitip pesan adalah asisten rumah tangga itu lagi, dipikirnya i masih kat belande kah? Β Khilaf pula lah i tak nak simpan nomor talipon bimbit (hengpon, red :-p) asisten rumah tangga dia tuwh, which was pangkal mula kejadian lucu niy πŸ˜€ Jikalau i simpan nomor tuwh dari dulu, tak nak khilaf sampaikan pesan πŸ˜€

Dulu pon pernah lah i kejadian lucu serupa. Ada yang call i berulang kali, dari nomor tak dikenal. I tuwh alergi lah kalau ada yang call i from unknown number, malas sangat lah nak answer. Tapi hari itu pun i lagi baek, i text balik orang tuwh, singkat i tulis “Yup?”. Ehhh nasib nak kualat ke orangtua, ternyata yang call i tuwh Ibu nya mbak Lala, nak cakap perihal surgery nya mbak Lala ! Makjaaaaaang, pasti i kena cap budak tak sopan lah answer text macam kat sesama 😦 Perihalnya sama, i tak simpan nomor ibu sebab i pikir i kan tak be friend with Ibu, jadi tak perlu pun simpan nomornya…

Lain lagi cite i dan mbak Lala yang masih kat Holland tuwh. Awal mula kita be friend itu dia salah text pula kat i! Dia waktu tuwn nak tanya soal donat delivery (is that so? i pun lah lupa exactly nya, donat ker atau ayam goreng? :D). Rasa tak pernah lah i kerja di bagian food delivery πŸ˜€ Tampaknya salah simpan nomor, jadi text nya salah sampai kat i πŸ˜€

text from far away, unknown :-p

Ahh kriting juga belajar cakap malay niy, iri sangat lah kat Ipin Upin, lancar sangat Malay budak duo tuwh πŸ˜€

Nomor contact yang ga tersusun rapi, nomor contact yang lupa disimpan, nama-nama yang sama di phonebook, sering banget mengundang kesalahpahaman yang lucu-lucu πŸ™‚ Seperti mengirim pesan rahasia kepada si A yang ternyata diterima oleh si A yang lain yang seharusnya tak boleh tau :-p Seperti mbak lala yang waktu itu ngomel panjang lebar soal boss nya di sms lalu Β malah salah mengirimkan sms omelan itu ke si boss yang dimaksud πŸ˜€ hahaha, suicide :-p

kayaknya kudu bebenah simpenan nomer2 handphone deh, i suppose! πŸ˜€

Advertisements