Dear ibu kucing yang terhormat,

Sore tadi, aku pulang menerobos hujan. Setibanya di rumah, aku langsung copot sepatu, dan raincoatku. Mungkin ibu kucing ga tau betapa aku kaget sekali karena pada saat aku menaruh sepatuku di rak, aku mendengar suara “miauw-miauw” dari atas loteng dapurku. Karena penasaran dan tidak percaya dengan pendengaranku, aku membalas dengan bersuara seperti kucing juga dan ternyata suara miauw-miauw itu membalasku!

the cats have hijacked this attic huhuuuuu 😦

Owh ibu kucing, jadi benar ya kamu menaruh bayi-bayimu di atas loteng ku ? Huhuuuuuu ibu kucing.. kenapa di atas attic dapurku ? Kamu masuk ke loteng dapurku darimana? Engga pernah ada kucing yang berhasil masuk rumahku sebelumnya, apalagi pindah dan menempati lotengku. Satu-satunya akses ke loteng cuma dari pintu kontrol di atas kamar mandi dan tadi sore aku cek pintu kontrol itu masih rapi ga bergeser. Dan seingatku pintu kamar mandi selalu aku tutup rapat. Duwh ibu kucing, apa kamu kuat gitu ya sampai bisa menggeser celah genteng di dapur terus masuk dan membawa bayi-bayimu ke loteng dapur? Kalau benar begitu, berarti ada atap yang bocor dong ? Huwaaaaa tega kamu ibu kucing 😦 Ini kan musim hujan! Dan aku ga bisa manjat genteng kalo ga ada yang megangin tangganya huhuuuuuuuu hiksssss 😦

i thought the only access to the attic is from the bathroom, right behind this pink door!

Dear ibu kucing, aku tahu kamu pasti butuh tempat buat bayi-bayi kucingmu. Tapi percayalah, rumah ini engga layak buat tempat tinggal bayi kucing. Aku ga punya sisa makanan, tempat sampah pun selalu aku bersihkan setiap pagi. Jadi kamu ga bakal dapat makanan di rumah ini. Rumahku walaupun kecil tapi engga ada tikusnya. Dapur mungilku walaupun sempit tetapi lumayan bersih,  jadi insya allah aku juga ga butuh bantuanmu untuk mengusir tikus. Jangankan tikus, kecoak pun suka ngacir karena aku orang nya takut kecoak, jadi begitu lihat kecoak langsung aku semprot anti kecoa…

sempit tapi bersih kok, engga ada tikus insya allah. ngeri aja klo sampai ada T_T

Ibu kucing, aku tahu malam ini dingin, mungkin sebentar lagi gerimis kembali turun. Jadi malam ini aku ijinkan ibu kucing dan bayi-bayi kucingmu menginap semalam di attic dapurku. Tapi please ya ibu kucing, besok kalau matahari udah bersinar hangat, bawa pindah yaa bayi-bayi kucing mu?! Ibu kucing kan pasti punya pemilik toh? Pulang lagi ke sana yaa? Ga baik loh kabur dari rumah, apalagi bawa-bawa bayi kucing begini. Atau kalau ibu kucing ga betah di rumah yang lama, ibu kucing kan tinggal pilih mau tinggal di rumah yang mana di komplek perumahan ini. Tetangga sebelah kiriku yang bapak tentara itu, anak-anaknya pasti suka kalau ada kucing di rumah mereka. Atau tetangga sebelah kanan, rumahnya lebih luas loh, bertingkat! Atauuuu ibu kucing pindah ke rumah depan aja, rumahnya si kecil Putri? Di sana ada kucing anggora warna abu-abu yang ganteng loh 😉 Namanya Jessie. Nanti ibu kucing kan bisa minta tolong Jessie si kucing abu-abu buat jagain bayi-bayi kucingmu? Dan mamanya si kecil Putri pasti engga keberatan deh kalo kucing nya nambah banyak 🙂

Ibu kucing, besok pas aku pulang kantor sore hari, aku berharap ibu kucing udah check out dari attic dapurku yaaa? Pleaseee??? Jangan sampai aku nangis gara-gara atap dapur bocor dan bikin dapurku banjir gara-gara ibu kucing yang keluar masuk attic dapur 😦 Atau aku bangun ketakutan tengah malam gara-gara langkah kakimu di attic dapurku… Terima kasih atas pengertian nya ya, ibu kucing 🙂

Salam…

*i don’t llike cats but i don’t hate them either. i just want my attic back, clean and tidy!*

Advertisements