Dulu, pertama kali makan oliebollen ditraktir tanteku, di centrum Rotterdam. Waktu itu musim sudah berganti winter. Tanteku bilang, oliebollen ini cuma ada pas akhir autumn hingga penghujung winter. Oliebollen itu sejenis roti goreng dengan taburan kismis di dalamnya, kulit luarnya dibalur tepung gula. Renyah, manis dan seger dari kismisnya. Lucu deh makan oliebollen di centrum 🙂 Oliebollen dimasukkan ke dalam kantong kertas, lalu kantong nya ditutup rapat dan di-shake gitu sampai oliebollennya belepotan tepung gula. Nah, begitu digigit, tepung gula nya bakal bikin mulut belepotan hehehe 😀 Oliebollen jadi jajanan favoritku waktu itu, maklum di Rotterdam mana ada tukang gorengan. Adanya ya paling lumpia vietnam, oliebollen, appleflap dan apple pie…

warung gorengan ala Belanda langgananku 🙂 yang ini cuma ada pas autumn-winter. 1 oliebollen harganya 80 cents

Waktu masih di sana siy aku pernah coba bikin, cuma kayak produk gagal gitu deh hahahaha 😀 Soalnya luarnya udah coklat mateng ehhh dalemnya masih basah alias mentah 😦 Nah, kemaren aku coba cari lagi resep original nya. Nemu dari web nya Koopmans http://www.koopmans.com/recepten/ (sejenis produk bahan makanan instan gitu, kalo di Indonesia semacam Pondan gitu lah), cumaaaaa…. Uhhh ternyata adonannya pake bir! Setelah telpon mbak Ita, terus tanya mbak Pipi soal penggunaan bir dalam makanan, lalu terlibat diskusi seru dengan cowok-cowok di bidangku (akhirnyaaa 😀 cowok-cowok ini juga rame klo diajak berdiskusi soal masak-memasak, biasanya aku yang bengong dengerin mereka ngobs soal motor :-p), lalu google resep-resep bandingannya, terus aku kira-kira aja deh :-p Birnya diganti susu hangat yang dicampur ragi. Lebih sehat dan halal tentunya 🙂

Ini dia bahan-bahan oliebollen ala aku. Btw, bukan oliebollen deh, tapi olienasbollen 😀 soalnya aku nambahin sedikit ananas alias pineaplle dalam adonan kali ini. So, oliebollennya jadi OLIENASBOLLEN 😀

Ini dia bahan-bahannya (i measured and noted everything just like Maddie and Daniel in that Kitchen Musical 😉 ):

  • 250 gr tepung terigu
  • 250 ml suhu hangat (jangan terlalu panas ya, soalnya nanti ragi nya malah mati, suam-suam kuku aja)
  • 1 butir telur
  • 150 gr kismis
  • 200 gr nanas (dibuang tengahnya, dipotong kecil-kecil, renda air garam sebentar lalu tiriskan)
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt ragi
  • 1/2 sdt essens vanilla

Benodigdheden alias bahan-bahannya 😉

Lalu bereidingswijze alias cara memasaknya, begini ya:

  • Hangatkan susu sebentar lalu tambahkan ragi dan aduk rata.
  • Tambahkan susu hangat plus ragi tadi ke dalam terigu
  • Tambahkan telur, kocok sampai rata. Jangan lupa garem & essens vanillanya yaa. Owyaa, kalau adonan base buat roti seperti ini dan sejenisnya, gunakan pengocok yang berbentuk spiral karena dough atau adonannya lebih kaku dibanding adonan kue/cake 🙂
  • Tutup adonan dengan plastik, biarkan sekitar 30-60 menit (biar ragi nya bekerja di adonan tadi)
  • Cetak dengan menggunakan 2 sendok (ambil adonan satu sendok penuh lalu celupkan ke dalam minyak panas, lalu gunakan sendok satunya lagi untuk melepas adonan dari sendok sebelumnya sambil dibentuk bulat)
  • Goreng sampai berwarna coklat keemasan (bukan coklat gosong 😉 )
  • Angkat dan tiriskan (alas wadahnya pake kertas roti, biar minyaknya nyerap di kertas rotinya)
  • Kalo udah agak dingin, taburi gula teppung di atasnya (masukkan gula tepung dalam saringan, terus shake di atas olienasbollennya)

Owkay, there you go! Olienasbollen ala aunty De 😉

olienasbollen aka oliebollen with ananas 😀

Selamat mencoba, and it will be my pleasure to receive any critics on this recipe 🙂

Advertisements