Leuwipanjang, suatu pagi…

****

Damri, bus ini sudah tua sekali. Suara mesinnya lebih cadas dari group music metal sekali pun. Rasa-rasanya menutup kuping dengan headset dan mendengarkan playlist lagu-lagu India Arie adalah perbuatan konyol dan sia-sia. Hampir tak ada pula space yang luang di antara barisan bangku-bangkunya. Dan coba lihat itu, mungkin cuma bus ini saja yang menggunakan slot panjang, yang semestinya milik pintu pagar, untuk mengunci pintunya. Dua ribu rupiah saja, dari Leuwipanjang menuju jalan Merdeka, nyaris dua jam!

*****

Seorang ibu paruh baya, menawarkan roti sobek selai coklat kepada perempuan muda yang duduk di sampingnya. Perempuan muda itu menolak dengan berucap terima kasih, ingat bahwa di ranselnya masih ada dua tangkup roti bakar yang ia persiapkan subuh tadi sebelum berangkat. “Saya berangkat dari Soreang pukul 6 tadi, jam segini baru masuk Bandung. Macet” ujar si ibu paruh baya. Si perempuan pun membatin “Saya berangkat setengah jam lebih awal dari Ibu, untuk jarak tempuh yang jauh lebih jauh”.

*****

Sepasang mata tua nya sibuk memperhatikan-barisan kalimat di koran pagi itu. Selayaknya sedang bersantai di teras depan rumah sambil menikmati hangat mentari pagi, bapak itu tak peduli dengan bisingnya bus itu, pun dengan pedagang-pedagang asongan yang tak henti menawarkan dagangannya. Mungkin nyanyian pengamen dengan irama mendayu bak lagu melayu tentang seseorang yang ingin mengungkapkan rasa suka tapi tak bisa itu terdengar di telinganya seperti lagu Fur Elise yang dulu selalu menjadi opening siaran berita dari RRI di tahun 80-an.

*****

Entah darimana ia datang, sibuk menceracau tak jelas, tiba-tiba sigap ia melompat ke salah satu bus lain yang tepat akan melaju. Tidak ada yang peduli untuk menyuruh si pria tak waras itu untuk turun. Pun penumpang-penumpang di bus itu, seperti tak mempermasalahkan harus berbagi tumpangan dengan seorang pria tak waras yang masih sibuk menceracau tak jelas.

*****

Bandung, 15 maret 2012, saat buruknya kondisi lalu lintas menjadi pembenaran bagi mereka yang kesiangan dan menjadi penyelamat bagi mereka yang tak suka terlambat. I was throwing up after 3 hours bus travel back home! Call it an achievement after years :-p

Advertisements