Seperti yang saya janjiin kemaren, sekarang saya share soal chocolate cyst. Kista yang membuat saya kehilangan ovarium kanan. But before i proceed, i have a great happy news to deliver! ๐Ÿ˜€ I just came back from my obgyn doctor this afternoon, had another USG check, and i am so happy to see the monitorย had no reflection of any suspected mass inside my womb, left ovary n the falopian tube! So, conclusion: they all are allrite and healthy ! Praise be to Allah, alhamdulillah, what else could i ask for? ๐Ÿ™‚

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ย QS 94:5-6)

Owkay, i’ll try to share about the cyst, what cause it and the treatment, in the eyes of a (was) a sufferer and (now) a survivor ๐Ÿ˜‰

Pasca oophorectomy, kista saya yang sudah pecah kemaren itu kemudian dibawa ke instalasi patologi anatomi RSU R. Syamsudin, SH untuk diteliti apakah cancerour atau non cancerous, type, ukuran dan kandungan di jaringan kista itu sendiri.

Hasil patologi anatomi kista itu terdiri atas makroskopis (apakah kista masih utuh atau sudah terbelah, ukurannya, warna dan teksturnya, ketebalannya, etc) dan juga mikroskopis. Nah untuk hasil patologi anatomi mikroskopis ini saya engga ngerti istilah-istilahnya, full istilah anatomi: stroma ovarium, kista follikel, corpora lutea, serbuk sel radang limfosit, hitosit, pigmen hemosiderin, mukosa, epitel torak, papilifer, inti dalam batas normal). But dont worry, i got a video about the ovulation, and it’s quiet informative so you can figure out some of these anatomy terms, aaaaannnddd: know what exactly is happening inside your body when you’re ovulating ๐Ÿ˜‰ Oiya, “inti dalam batas normal” itu berarti si kista ini (Alhamdulillah) adalah a non cancerous cyst! Kalau engga salah kemaren dijelasinnya begitu ๐Ÿ™‚

Kesimpulan dari patologi anatomi kista saya adalah : Chocolate cyst (endometriosis externa)

Kenapa juga dinamakannya chocolate cyst? instead of brown cyst ? Chocolate kan makanan favorit semua orang? Apa kista ini tumbuh karena kebanyakan maem coklat? hehe silly :-p I came googling on some articles. And found out that the chocolate cyst is a functional cyst, filled with dark, brown blood (there comes the name of chocolate :-p). Nah, kemaren itu kasus saya si kista nya pecah, hingga ada koleksi cairan darah coklat di perut saya yang bikin bagian bawah perut terasa nyeri luar biasa hingga berjalan pun engga bisa tegak karena menahan rasa sakitnya. Oiya, saya sempat salah kaprah niy soal kista, saya pikir kista itu berbentuk benda solid seperti batu, sort of. Ternyata kista saya itu tumpukan cairan hehe.. saking ga ngelmu nya saya tentang penyakit sendiri :-p

Jadi kista coklat itu kista yang berisi cairan darah yg berwarna gelap, kecoklatan. Nah terus kista fungsional apalagi? Are they the same thing? Owkay, coba lihat dulu video yang saya unggah di atas ya…

Menurut pemahaman saya setelah nanya-nanya ke dokter saya, terus baca artikel sana sini (klo ada yg lebih ngerti, tolong dikoreksi yaaa), penjelasannya sebagai berikut.

Setiap kali perempuan berovulasi, folikel (inget kan di kajian mikroskopis kista saya ada tulisan folikel nya? di video juga jelas banget apa fungsinya folikel itu dan seperti apa bentuknya) menyimpan sel telur dan melepaskannya ke saluran tuba falopi. Setelah tugasnya selesai, si folikel ini akan mengecil kembali menjadi corpus luteum. nah si corpus luteum itu nanti akan hilang sampai siklus ovulasi berikutnya. Tetapi karena ada kesalahan pengiriman sinyal akibat ketidakseimbangan hormon (makanya jauh-jauh dari stress dan emosi jiwa yaa), si folikel ini malah exist menumpuk cairan hingga terbentuklah kista yang berisi darah coklat (old blood). Kayaknya gitu deh, kroscek yaa klo pingin pasti.

Nah jadi chocolate cyst itu adalah kista fungsional yang terjadi karena kegagalan si folikel untuk mengecil jadi corpus luteum karena ketidakseimbangan hormon, dan malah menumpuk cairan hingga membesar jadi kista dan ini bisa terjadi kapan saja selama seorang perempuan masih berovulasi. jadi be aware yaaa! A childbearing age woman (wanita yg masih berovulasi, belum menopause) beresiko terkena kista fungsional ini. Kira-kira seperti itu hehe (anak teknik ngejelasin masalah kedokteran, harap maklum deh :-p)

Oiya, stress could boost size of cyst also (in my case) lead to ruptured cyst (my case). Well well, dari Desember ke Maret waktu itu memang bisa dibilang tingkat stress saya lagi tinggi-tingginya. Ada beberapa masalah yang bener-bener menguras emosi saya, i was clearly not in a good emotional state which then lead to the imbalance of hormonal and then yeah.. this is happening ๐Ÿ˜ฆ Temenku ada yang kistanya tumbuh sampai 10cm di salah satu ovarium tapi karena orangnya selalu happy dan riang gembira, sampai saat ini fine-fine aja menjalani pengobatannya tanpa harus dioperasi, dokternya bilang kista nya bisa mengecil dan hilang dengan pengobatan. kasus saya? *nyesek*

Terus gejalanya apa saja? Seperti banyak disebut di berbagai artikel, pun kasus saya sendiri, si kista coklat (kista fungsional) ini nyaris tidak terdeteksi.

Seperti saya contohnya: siklus menstruasi saya cukup teratur 28 hari kurang lebih, nyeri haid tidak pernah membuat saya mengkonsumsi obat anti nyeri atau pun membuat saya menghentikan aktivitas sehari-hari. Jadi saya tidak punya kecurigaan apa pun karena sepertinya semua baik-baik saja.

Lalu jika pun terasa nyeri di perut, sering bias dengan diagnosa lain seperti : masuk angin, mag, gastritis, atau radang usus buntu.

Katanya lagi gejala yang sering mengiringi adalah : bloating (kembung), nausea (mual), vomitting (muntah), dan nyeri di bagian bawah perut. See? semua gejala itu bisa disalahtafsirkan menjadi diagnosa penyakit-penyakit lain. Seperti saya, curiga nya selalu aja gastritis, tekanan darah rendah, kecapekam, masuk angin bla bla bla.. tidak pernah mengarah kepada adanya kista, kecuali saat kemaren kistanya sudah terlanjur pecah dan menyebabkan nyeri yang luar biasa hebat di perut bagian bawah.

Terus pengobatannya bagaimana?

Kista yang masih berukuran kecil bisa hilang dengan sendiri nya atau dengan mengkonsumsi obat-obatan. Kista yang sudah berukuran 2-3 cm juga masih bisa diatasi dengan tindakan operasi minor : laparoskopi. technically laparoscopy dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan instrumen kecil yang disebut laparoscope untuk mengecek & mengobati kondisi di dalam area abdomen atau pun area pelvic.

Nah, kalau kista nya berukuran besar lagi, maka tindakan yang dilakukan adalah operasi major yang luka sayatannya lebih besar, disebut laparotomy. Jika si kista bursting or ruptured aka pecah, dan menyebabkan internal bleeding serta perlengketan dengan organ dalam tubuh, maka tindakan penyelamatan yang dilakukan akan lebih kompleks lagi. Contohnya kasus saya, perlengketan kista yang pecah itu justru di ovarium kanan, tidak bisa lagi dibersihkan. Maka demi keselamatan jiwa (karena saya juga mengalami bleeding yang dikuatirkan dapat toxicate another organ), akhirnya terpaksa dilakukan tindakan oophorectomy alias ovary removal surgery alias pengangkatan ovarium…

Oiya, mengenai penyebab lainnya, silahkan cek video yang ini yaaa (in short: ketidakseimbagan hormon, akumulasi toksin dalam tubuh, stress dan gaya hidup, etc)

 

Pengobatan & pemantauan pasca operasi juga harus dilakukan untuk mencegah cyst recurrent aka tumbuh nya kista lagi.

Saya sendiri dalam obrolan santai arisan di rumah tante kemaren ini sempet disarankan oleh dokter kandungan nya tante untuk mengkonsumsi pil KB selama 6 bulan pasca operasi. Bingunglah si saya inih, bagaimana bisa saya yang belum menikah justru harus mengkonsumsi pil KB??

20140405_165516

Akhirnya tadi saya minta di USG lagi sekaligus berkonsultasi dengan dokter obgyn yang mengoperasi saya kemaren itu. Alhamdulillah, organ reproduksi saya bersih, clear tidak ada lagi masalah (semoga selanjutnya seperti itu,, sehat selalu, aamiin). Nah Pil KB itu ternyata berfungsi sebagai terapi hormon. Hanya saja karena saya memang belum menikah (risih juga kali ngantri beli pil KB di kota kecil ini :-p), dokter bilang saya tidak perlu mengkonsumsi pil KB itu, gantinya saya dapet obat lain untuk terapi hormon yang harus saya minum setiap hari, pada waktu yang sama, selama 6 bulan ke depan (sebagai gambaran biaya untuk kalian yang juga harus menjalani terapi hormon dengan obat-obatan ini: 30 kapsul Rp. 364.000. Konsultasi dan USG Rp 150.000. Harga per April sebelum kenaikan BBM loh yaaaa, smoga thn 2014 ini harga BBM engga naik lagi mwehehehe ๐Ÿ˜€ ).

Obatnya harus dengan resep dokter loh yaaa, dan biar rutin juga check up & USG nya, biar semuanya terpantau, kalau ada apa-apa engga terlambat taunya, engga “ketipu”, dan engga nyesel sendiri seperti kemaren hehe…

Soal luka operasi saya yang vertikal ini, tadi juga saya sempat konsultasi. Beberapa hari yang lalu kan saya sempat tuwh nonton video lahiran C-Section (hikmah kejadian kemaren, saya jd lebih peduli & lebih ngelmu dengan keperempuanan saya hehe). Si dokter di video ngejelasin kalau luka C-section dibikin horizontal agar kelak si ibu bisa berkesempatan untuk melahirkan secara normal. Saking pinginnya saya nanti jadi ibu, tapi juga saking takutnya saya kalau sampai harus ope-ope an lagi, saya nanya dehh tuwh soal penjelasan dokter di youtube ke dokter obgyn saya.

Voilaaaa ! He said i can still possibly deliver my babies through normal vaginal birth instead of C-section! Pfyuhhhh ! what a relieve, walo pun nikah nya engga tau kapan dan hamilnya juga engga tau kapan yaaa hehe ๐Ÿ˜€

Dokter saya bilang, “yang dibedah kemaren kan bukan rahimnya”, jadi selama rahim saya baik-baik saja, dan kehamilannya nanti tidak bermasalah, tulang panggul juga tidak menghalangi jalan lahir, maka dengan jahitan operasi saya yang vertikal sepanjang 20 cm ini masih berpeluang untuk melahirkan secara normal ! *lagi-lagi sujud syukur walaupun sampai hari ini belum bisa rukuk dan sujud, walaupun menikah dan hamilnya masih dalam doa yang belum diijabah Allah hehe*

So, that’s it about chocolate cyst, endometriosis. If any of you need more information on this, please go ask your obgyn doctor coz he/she knows more and can provide you proper information related to your health problems. It is good to read lots articles on this, share with the former sufferer and survivor, but again, every human being is unique, sometimes you can not generalize things like this ๐Ÿ™‚

To the sufferers, dont worry too much as it could give more pressure to your soul and sometimes lead to depression. Find more information, get a proper thorough check, so you could decide what medication is best for you. And saving all possibilities of becoming a healthy mommy and having wonderful kidds, for sure!

Giving you a big hug! This too shall pass ๐Ÿ™‚

 

Advertisements